Wednesday, April 12, 2017

Kriptografi

Pengertian Kriptografi
       Kriptografi à bahasa Yunani, “kryptos” yang berarti tersembunyi dan“graphein” yang berarti tulisan. Sehingga kata kriptografi dapat diartikan berupa frase “tulisan tersembunyi”.
       Kriptografi à  Suatu ilmu ataupun seni yang mempelajari bagaimana sebuah data dikonversi ke bentuk tertentu yang sulit untuk dimengerti.(Bruce Schneier, 1996)
       Kriptografi à ilmu penyandian atau pengamanan informasi dari teks asli ke teks acak yang didasarkan pada perhitungan atau algoritma matematika.


Tujuan Kriptografi
       1. Kerahasiaan (confidentiality) adalah menjaga isi/content informasi dari semua pihak kecuali pihak yang memiliki otoritas terhadap informasi.
       2. Integritas data (Integrity) adalah penjagaan pengubahan data dari pihak yang tidak berwenang.
       3. Otentikasi (Authenticity) adalah berhubungan dengan identifikasi, baik mengidentifikasi atau memastikan kebenaran pihak-pihak yang berkomunikasi maupun mengidentifikasi kebenaran sumber pesan.
       4. Nirpenyangkalan (non-repudiation) adalah mencegah entitas yang berkomunikasi melakukan penyangkalan, yaitu pengirim pesan menyangkal melakukan pengiriman atau penerima pesan menyangkal telah menerima pesan.

Perkembangan Kriptografi
Sejarah kriptografi secara umum dibagi menjadi dua yaitu
  1. Kriptografi klasik dan ;
       Algoritma Simetris
  1. Kriptografi modern.
       Algoritma Asimetris

Kripto Klasik
       Sistem kriptografi simetris dalah sistem penyandian dengan menggunakan algoritma simetris yang menggunakan kunci yang sama dalam proses enkripsi dan dekripsinya.
       Kriptografi simetris merupakan satu-satunya jenis kriptografi yang dikenal dalam catatan sejarah hingga tahun 1976.
       Semua algoritma kriptografi klasik termasuk ke dalam sistem kriptografi simetris.

Kelebihan dan Kekurangan
       Kelebihan :
       Algoritma simetris ini adalah proses enkripsi dan deskripsinya yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan algoritma asimetris.
       Kelemahan :
       Algoritma ini adalah permasalahan distribusi kunci (key distribution). Karena, proses enkripsi dan deskripsi menggunakan kunci yang sama.
       Sehingga muncul persoalan menjaga kerahasian kunci, yaitu pada saat pengiriman kunci pada media yang tidak aman seperti internet.

Alur Algoritma Simetris
       Plaintext: teks asli sebelum di lakukan penyandian atau proses enkripsi.
       Encryption algorithm: algoritma enkripsi dengan menggunakan berbagai macam metode substitusi dan transformasi pada plaintext.
       kunci rahasia: kunci rahasia yang digunakan untuk melakukan proses enkripsi atau proses dekripsi.
       Ciphertext:  teks acak yang di hasilkan dari proses enkripsi.
       Dekripsi: membalikan algoritma enkripsi untuk dijadikan
       Plaintext

Jenis Teknik Algoritma Simetris
       Dalam algoritma simetris ini terdapat dua jenis teknik yang digunakan untuk melakukan proses enkripsi yaitu
       Teknik transposisi dan ;
       Teknik substitusi.

Teknik Transposisi
       Mengacak urutan huruf-huruf dalam abjad
Teknik ini dilakukan dengan cara mengacak huruf-huruf dalam abjad normal Ab(N) menjadi abjad yang acak urutannya Ab(M)

Teknik Substitusi
       Sistem “caesar”
       Sistem substitusi yang paling awal dan paling simple adalah sistem caesar yang di perkenalkan oleh raja julius caesar.
       Plaintext di sandikan dengan menggeser 3 huruf kebelakang.
       Sistem vigenere
       Sistem ini di temukan pada tahun 1523-1596 oleh orang perancis yang bernama Blaise de Vigenere.
       Sistem ini menggunakan sebuah kata sebagai kunci, dan kata ini di geser berulang-ulang di seluruh teks berita.
       Panjang kata kunci di namakan periode.

Kelebihan dan Kekurangan
       Kelebihan :
       Algoritma kriptografi simetris dirancang sehingga proses enkripsi/dekripsi membutuhkan waktu yang singkat.
       Ukuran kunci simetris relatif pendek.
       Kekurangan :
       Kunci simetris harus dikirim melalui saluran yang aman. Kedua entitas yang berkomunikasi harus menjaga kerahasisan kunci ini.
       Kunci harus sering diubah, mungkin pada setiap sesi komunikasi.

Alur Algoritam Kripto Asimetris
Aplikasi Kripto Asimetris
       1. Enkripsi/ dekripsi
       Seperti pada algoritma kriptografi simetris, algoritma kunci-publik dapat digunakan untuk menjaga kerahasiaan pesan (provideconfidentiality/ secrecy).
Contoh algoritma: RSA, Knapsack, Rabin, ElGamal
       2. Digital signatures
       Algoritma kriptografi kunci-publik dapat digunakan untuk membuktikan otentikasi pesan maupun otentikasi pengirim (provide authentication) Contoh algoritma: RSA, DSA, ElGamal, GOST
       3. Pertukaran kunci (key exchange)
       Algoritma kriptografi kunci-publik dapat digunakan untuk pengiriman kunci simetri (session keys)
Contoh algoritma: RSA, Diffie-Hellman

Kelebihan dan Kelemahan
       Kelebihan :
       Hanya kunci privat yang perlu dijaga kerahasiaannya oleh setiap entitas yang berkomuniaksi (tetapi, otentikasi kunci publik tetap harus terjamin).
       Dapat digunakan untuk mengamankan pengiriman kunci simetri.
       Kelemahan :
       Enkripsi dan dekripsi data umumnya lebih lambat daripada sistem simetri, karena enkripsi dan dekripsi menggunakan bilangan yang besar.
       Ukuran cipherteks lebih besar daripada plainteks (bisa dua sampai empat kali ukuran plaintext).

Fungsi Hash
       Fungsi Hash àsebuah algoritma yang mengubah text atau pesan menjadi sederetan karakter acak yang memiliki jumlah karakter yang sama.
       Hash juga termasuk salah satu bentuk teknik kriptografi dan dikategorikan sebagai kriptografi tanpa key.
       Selain itu hash memiliki nama lain yang juga dikenal luas yaitu “one-way function” atau fungsi satu arah.
       Fungsi hash disebut fungsi satu-arah sebab sulit untuk didekripsi.

Kriptanalis
       Kriptanalisis adalah sebuah studi mengenai cipher;
       ciphertext atau kriptografi sistem (cyrptosystems) yang bertujuan menemukan kelemahan dalam sistem penyandian, sehingga dimungkinkan untuk memperoleh plaintext dari ciphertext yang ada, tanpa perlu mengetahui kunci ataupun algoritma pembangun ciphertext tersebut.
       Dua pendekatan umum yang dipakai dalam melakukan penyerangan sistem kriptografi klasik.
1. Kriptanalisis (pembacaan sandi), serangan kriptanalisis bergantung pada sifat dari algoritma dan beberapa pengetahuan tentang karakteristik umum plaintext atau beberapa contoh pasangan plaintext-ciphertext.
2. Dengan brute force attack, sistem ini dilakukan dengan cara penyerang mencoba setiap kemungkinan kunci yang di pakai pada bagian tertentu ciphertext samapai ditemukan kata yang tepat.

Algoritma Kripto Klasik
       Alasan mempelajari algoritma kriptografi klasik :
       Untuk memahami konsep dasar kriptografi
       Dasar algoritma kriptografi modern
       Memahami kelemahan sistem kode
       Ciri Kriptografi klasik :
       Berbasis karakter
       Menggunakan pena dan kertas saja, belum ada komputer.
       Kriptografi kunci simetris

Caesar Code (Kode Kaisar)
       Merupakan substitusi kode yang paling tua
       Terjadi pada pemerintahan Yulius Caesar dan dikenal dengan istilah Ceaesar Code.
       Dan sering juga disebut dengan algoritma ROT3
       Contoh Caesar cipher (ROT3)

Penjelasan Caesar Code
       Pada contoh caesar cipher diatas menggunakan key, K = 3 artinya melakukan pergeseran 3 ke kanan untuk enkripsi.
       Apabila ingin melakukan dekripsi maka kebalikan lagi dari teks-kode dengan melakukan pergeseran dengan key, K = 3.
Rumus:
       E = P + K mod 26
        D= C – K mod 26
       Keterangan
       P = Plain text
       C = cipher text
       E = Enkripsi
       D = Dekripsi
       Mod = hasil sisa bagi
       26 = jumlah total karakter A-Z

Viginere Cipher
       Vigenere Chiper termasuk dalam cipher abjad- majemuk.
       Dipublikasikan oleh diplomat (sekaligus seorang kriptologis) Perancis, Blaise de Vigenere pada abad 16 (tahun 1586).
       Vigenere Chiper adalah metode menyandikan teks alfabet dengan menggunakan deretan sandi Caesar berdasarkan huruf-huruf pada kata kunci.
Tabulasi Viginere
Rumus Viginere Cipher
       Ci = (Pi + Ki) mod 26 // Enkripsi
       Pi =(Ci – Ki) mod 26 //Dekripsi
       Keterangan :
       Pi = Plaintext
       Ci = Cipher Text
       Ki = Kunci

1 comment:

  1. mantapppp...
    silahkan berkunjung juga di blog saya http://taronizeb.blogspot.co.id/ yang khusus membahas beberapa metode kriptografi dan steganografi

    ReplyDelete